Krisis 1997 Bakal Terjadi? Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala ekonom bank raksasa HSBC, Frederick Neumann, memperingatkan adanya kemiripan antara situasi pasar saat ini dengan periode sebelum krisis keuangan Asia 1997. Tiga ciri utama yang disorot: naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS (dari 3,9% pada Februari 2026 ke sekitar 4,79%), melemahnya nilai yen Jepang (turun 57% dari level 103 pada Januari 2021 ke 163 pada Juli 2026), dan optimisme pasar terhadap teknologi AI yang serupa dengan gejolak internet pada 1997. Namun, Neumann menegaskan perbedaan mendasar antara 1997 dan 2026: ekonomi Asia pada 1990-an merupakan importir modal dengan ketergantungan tinggi pada investasi asing, sementara saat ini Asia telah menjadi eksportir modal. Ini mengurangi risiko krisis serupa, namun Asia kini menghadapi kerentanan permintaan akibat ketergantungan pada lonjakan perangkat keras AI di AS.
Bagikan
Berita terkait
Aksi Menteri Keuangan AS Scott Bessent Meredam Lonjakan Imbal Hasil Obligasi
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 18.00
Harga Perak Antam 2 September 2026 Tergelincir Rp 1.450
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 10.30
Ikuti Wall Street, Bursa Asia Kompak Ambruk
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 08.17
Hasil Investasi Asuransi Jiwa Anjlok, Semester I-2026 Berbalik Negatif Rp2,47 Triliun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 12.55