Krisis Sampah Membayangi, Implementasi PSEL Dinilai Lamban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis sampah di Indonesia memburuk setelah 343 TPA ditutup. Implementasi PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) dinilai lamban. Kapasitas penyerapan sampah PSEL-Danantara hanya 25.000-38.000 ton/hari, jauh dari timbulan sampah nasional 140.000 ton/hari. Ahmad Safrudin menyatakan tata kelola PSEL tidak holistik dan berpotensi pencemaran udara serta GRK. Perlu melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dari rantai pasok sampah. Teknologi, model bisnis, dan pembiayaan juga harus disiapkan secara menyeluruh agar fasilitas berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 21.30
Efektivitas Proyek Pengelolaan Sampah Danantara Dipertanyakan, Berpotensi Mangkrak?
Berita terkait
969 Ton Sampah Palembang Mulai Dikirim ke PSEL, 141 Armada Dikerahkan
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 21.01
PSEL Dibangun, Warga Bantargebang Berharap Tumpukan Sampah Berkurang
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.52
PLN Beli Listrik PSEL Bekasi US$0,20 per kWh, Nilai PJBL Capai Rp792,32 M Setahun
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Akan Serap dan Salurkan 223.584 MWh per Tahun
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 12.00