Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Akan Serap dan Salurkan 223.584 MWh per Tahun

PT PLN (Persero) mendukung pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL). Proyek ini, yang diperkirakan menyerap dan menyalurkan 223.584 MWh listrik per tahun, menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadapi krisis sampah yang meningkat. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti hambatan regulasi yang menghambat pengembangan PSEL selama 11 tahun, namun menyatakan bahwa aturan telah disederhanakan menjadi tiga ketentuan utama. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat agar proyek ini dapat berjalan efektif.

PSEL Kota Bekasi, dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun dan kapasitas 27,4 MW, diproyeksikan mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70% timbulan sampah kota. Proyek ini diharapkan mengurangi emisi karbon setara 640 ribu ton CO₂ per tahun, mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 90%, dan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan bahwa inisiatif ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan energi, dengan listrik yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 55.000 rumah tangga bergaris 450 VA.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa listrik dari PSEL Kota Bekasi akan disalurkan kembali ke masyarakat setempat, terutama mengingat tingginya permintaan listrik di wilayah tersebut. Menurutnya, tujuan utama proyek ini adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui pengelolaan sampah, sementara listrik hanyalah produk sampingan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Danantara Indonesia, dan pemangku kepentingan lain diharapkan menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah terpadu di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait