PSEL Dibangun, Warga Bantargebang Berharap Tumpukan Sampah Berkurang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mulai membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPST Bantargebang, Bekasi, untuk mengatasi krisis sampah yang sudah melampaui 60 meter tingginya. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Bantargebang termasuk wilayah yang mengalami keadaan darurat sampah, sekaligus dengan Tangerang dan Bali. Investasi pembangunan PSEL Kota Bekasi diperkirakan mencapai Rp 3 triliun, dengan kapasitas mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70% timbunan sampah terolah. Fasilitas ini ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau awal 2028, dan mulai beroperasi pada pertengahan 2028. PSEL diproyekkan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan listrik sekitar 55.000 rumah di Kota Bekasi. Proyek ini dikelola bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 12.00
Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Akan Serap dan Salurkan 223.584 MWh per Tahun
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.27
Sampah Bantargebang Bakal Diubah Jadi Listrik
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.12
Strategi Jateng Mengubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Berbuah Penghargaan
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 06.30
Ketua IMEF Minta Pembentukan BLU Batu Bara Ditunda, Ini Alasannya
Berita terkait
Perizinan PSEL Dipangkas, Pemerintah Targetkan Pembangunan 15 Proyek Sampah Jadi Listrik
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 14.45
Danantara Resmikan Proyek PSEL Rp 3 Triliun di Bekasi, Solusi Atasi Darurat Sampah
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 14.15
Zulhas Sebut Program PSEL Baru Sasar 22 Persen Masalah Sampah RI
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.53
Timbunan Sampah Diprediksi 146.780 Ton per Hari, Zulhas: Bisa Kita Selesaikan
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.19