Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Laba Holding Bisnis Prajogo (BRPT) Anjlok 64%, Ini Penyebabnya

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$190 juta pada semester I 2026, anjlok 64,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$540 juta. Direktur Utama Agus Pangestu menyebut penurunan ini dipengaruhi ketidakpastian dinamika geopolitik global yang masih membayangi pasar. Padahal pendapatan bersih justru meningkat 76,1% menjadi US$5,686 miliar dari US$3,229 miliar.

Kontributor terbesar pertumbuhan berasal dari segmen petrokimia dengan pendapatan US$5,349 miliar, melonjak 83,6%. Segmen energi juga naik 11,3% menjadi US$334 juta. Meski pendapatan naik, laba bersih setelah pajak turun 70% menjadi US$518 juta, dan EBITDA turun 45,1% menjadi US$1,084 miliar dengan margin menyusut dari 61,13% menjadi 19,06%. Pendapatan segmen lainnya merosot 80% menjadi US$3 juta. Integrasi aset Shell di Singapura menghasilkan kinerja refinery yang kuat, sementara pasar fasilitas kimia standalone di Indonesia masih menantang.

Struktur permodalan relatif stabil: rasio utang terhadap kapitalisasi 55,58%, dan net debt to equity membaik ke 0,76 kali. Total aset naik 9,2% menjadi US$18,952 miliar. Perusahaan melanjutkan proyek CA-EDC senilai sekitar US$1 miliar yang telah mencapai 72% konstruksi dan ditargetkan beroperasi 2027, serta mengembangkan kapasitas panas bumi menjadi lebih dari 1 GW pada akhir tahun ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait