Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Literasi Keuangan Remaja Masih Rendah, OJK Dorong Edukasi Sejak Dini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi keuangan remaja masih di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, literasi keuangan pelajar mencapai 62,72% dan mahasiswa 92,76%, sementikan indeks nasional berturut-turut adalah 69,57% dan 93,61%. Dengan sekitar 88 juta pelajar dan mahasiswa (31% dari total penduduk 287,2 juta), OJK menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini melalui pendekatan life cycle yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelompok umur.

Kelompok usia produktif 26-35 tahun memiliki literasi keuangan tertinggi (78,7%) dan inklusi (96,27%). Sebaliknya, remaja usia 15-17 tahun hanya mencapai 46,4%, dan kelompok usia 51-79 tahun sebesar 60,01%. Kedua kelompok ini menjadi sasaran prioritas edukasi keuangan. OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggunakan hasil SNLIK 2026 untuk memperluas program literasi berbasis karakteristik masyarakat, khususnya di perdesaan dan kalangan dengan pendidikan serta pendapatan rendah.

Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menegaskan bahwa pendekatan edukasi tidak bisa bersifat seragam. Intervensi untuk generasi muda harus dilakukan sebelum mereka menjadi pengguna aktif produk keuangan, sementara untuk kelompok usia lanjut, pendekatan harus sederhana, aman, dan relevan dengan kebutuhan mereka.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait