Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

LPS: Literasi Penjaminan Simpanan Masih Perlu Diperkuat

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap penjaminan simpanan mulai meningkat. Sebanyak 62,51 persen penduduk usia 15-79 tahun mengetahui simpanannya di bank dijamin, dan 46,31 persen mengenal Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau pernah melihat logonya. Namun, pengetahuan tentang program penjaminan polis asuransi masih sangat rendah, yaitu hanya 12,47 persen pemilik polis asuransi selain BPJS yang mengetahui polisnya dijamin. SNLIK tahun ini menjadi kali pertama LPS dilibatkan dalam pelaksanaan survei untuk memetakan pemahaman masyarakat dan merumuskan strategi literasi.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menilai literasi belum merata. Ruang penguatan terbesar ada pada masyarakat berpendidikan SMA ke bawah, berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan, dan memiliki simpanan di bawah Rp100 juta. LPS akan fokus pada kelompok tersebut dengan menggunakan bahasa sehari-hari, video pendek, dan infografis. Edukasi akan diperluas ke pasar, koperasi, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), serta disampaikan melalui titik interaksi nasabah seperti pembukaan rekening, aplikasi mobile banking, dan layar ATM.

LPS menarik empat kesimpulan utama dari SNLIK 2026: kesadaran penjaminan simpanan mulai terbentuk, pengenalan LPS masih perlu diperkuat, literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman, dan program literasi perlu diarahkan secara spesifik ke segmen prioritas berdasarkan usia, pendidikan, dan wilayah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait