Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Literasi Keuangan Remaja RI Cuma 56%, OJK Dorong Edukasi di Sekolah

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan remaja usia 15-17 tahun hanya 56,04 persen, jauh di bawah tingkat inklusi keuangan yang mencapai 89,13 persen. Artinya, sebagian besar remaja sudah memiliki akses ke produk keuangan, namun belum memiliki pemahaman yang memadai. OJK menganggap hal ini sebagai fokus utama untuk penguatan edukasi keuangan di kalangan generasi muda. Untuk meningkatkan literasi, OJK akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga perguruan tinggi untuk mengintegrasikan materi literasi keuangan ke dalam kurikulum. Materi akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap kelompok usia, dengan pendekatan life-cycle approach agar tidak bersifat one-size-fits-all. OJK menekankan pentingnya intervensi edukasi sebelum remaja menjadi pengguna aktif produk keuangan. Secara nasional, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,57 persen pada 2026, naik 2,93 poin dari 66,64 persen pada 2025. Indeks inklusi keuangan juga meningkat menjadi 93,61 persen dari 92,74 persen pada tahun sebelumnya, melampaui target RPJMN 2025-2029 yang ditetapkan pada 59,39 persen untuk literasi dan 93 persen untuk inklusi keuangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait