Lolos dari Badai Perang Dagang, Airlangga Klaim Dagang RI-AS Melonjak 18%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia berhasil mencapai kesepakatan perjanjian tarif timbal balik (reciprocal tariff) dengan Amerika Serikat (AS), menjadi salah satu dari sedikit negara yang berhasil melakukannya di tengah ketidakpastian global dan eskalasi perang dagang. Kesepakatan ini dinilai memberikan dampak positif, terbukti dengan lonjakan nilai perdagangan Indonesia dengan AS hingga 18%, yang dianggap sebagai anomali mengingat banyak negara lain terdampak negatif akibat perang dagang.
Airlangga juga menyoroti upaya Indonesia dalam menegakkan lebih banyak perjanjian dagang, termasuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Ia menyebutkan bahwa salah satu tantangan teknis dalam perjanjian ini adalah penggunaan bahasa resmi dokumen, karena dokumen CEPA hanya tersedia dalam Bahasa Inggris, yang tidak umum bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Namun, Indonesia berupaya untuk mencapai kompromi agar perjanjian ini dapat diimplementasikan pada awal tahun depan.
Secara keseluruhan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 25 perjanjian kerja sama ekonomi dan masih mengembangkan 13 negosiasi lain. Airlangga menekankan bahwa meskipun dunia dihadapkan pada tantangan seperti pandemi dan perang, Indonesia tetap berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya melalui kerja sama dagang yang strategis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.10
Airlangga Ungkap Anomali Perdagangan RI-AS, Naik 18% Usai Tarif Baru
Berita terkait
Airlangga Yakin Tuduhan Transshipment AS Tak Usik Kesepakatan Dagang
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 10.00
Indonesia-China Sepakat Percepat Persiapan Perundingan CEPA
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 20.47
Mendag Ungkap Alasan RI Ngotot Kejar Perjanjian Dagang dengan AS
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.23
Kemendag dorong I-UK CEPA hingga kerja sama komoditas strategis
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 07.22