Luas Wilayah KEK RI Kalah dari Malaysia & Vietnam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa luas wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia masih jauh kalah dengan Vietnam dan Malaysia. Indonesia hanya memiliki 24 KEK dengan total luas di bawah 500 ribu hektare, sementara kedua negara tersebut telah mencapai lebih dari 2 juta hektare. Hal ini menyebabkan Indonesia kalah agresif dalam menarik investasi melalui pengembangan KEK.
Airlangga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga memperhatikan pentingnya pengembangan KEK. Menurutnya, KEK menawarkan tingkat efisiensi investasi yang lebih tinggi dibandingkan kebijakan nasional. ICOR (Incremental Capital Output Ratio) nasional Indonesia mencapai 6%, sementara di dalam KEK seperti Morowali, Wedabai, dan Semakai, IKOR-nya bahkan di bawah 3.
Dengan demikian, Airlangga menilai pengembangan KEK menjadi salah satu strategi penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap belum efisien.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.05
Airlangga Beberkan 3 Syarat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.25
Luas KEK RI Kalah dari Malaysia-Vietnam, Airlangga Ungkap Penyebabnya
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 18.35
Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.05
Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur
Berita terkait
Prabowo Pamer Buka 4,1 Juta Lapangan Kerja Baru: Bukan dari MBG dan Kopdes
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 06.10
Indonesia Disebut akan Dilanda Gelombang Investasi Besar-Besaran
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 20.43
Airlangga Targetkan Dokumen IEU CEPA Ditandatangani Oktober 2026
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.35
Airlangga Beberkan Sederet Kebijakan Ekonomi Prabowo Subianto
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.12