Luhut Bicarakan Utang Whoosh Saat Temui Pejabat China di Beijing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, membahas mekanisme pembayaran utang kereta cepat Whoosh saat bertemu Ketua NDRC China, Zheng Shanjie, di Beijing. Luhut memastikan koordinasi antara Presiden Prabowo, Menteri Keuangan, dan Menko Perekonomian telah berjalan untuk eksekusi pembayaran. Pihak China diklaim tidak keberatan dengan mekanisme yang diusulkan, dan terdapat diskusi mengenai potensi keberlanjutan proyek hingga Surabaya.
Restrukturisasi utang Whoosh direncanakan menggunakan skema cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun dengan tenor hingga 80 tahun. Selain itu, pemerintah berencana mengambil alih 60 persen saham PT KCIC dari konsorsium BUMN (PSBI), sementara 40 persen tetap dikuasai konsorsium China. Saat ini, Kementerian Keuangan sedang melakukan due diligence dan evaluasi nilai saham untuk proses pengalihan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 September 2026 pukul 16.00
Kelas Menengah Terjepit: Menyelamatkan Kelas Menengah dari Jurang "Turun Kasta"
JawaPos · 18 September 2026 pukul 23.30
Pengalihan Saham Whoosh ke Pemerintah Masuk Tahap Finalisasi
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 19.47
Kemenkeu Bicara Nasib Utang Whoosh usai Pencopotan Purbaya, Dibebankan APBN?
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 19.20
Rebutan Chip Belanda-China Panas, India Ketiban Untung
Berita terkait
Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya Lepas Urusan Utang Whoosh: Selamat Gue
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 15.21
Ekonom: Penyelesaian utang Whoosh perlu perhatikan disiplin fiskal
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.12
Purbaya Bakal Bayar Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.30
Pemerintah Cicil Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.41