Kelas Menengah Terjepit: Menyelamatkan Kelas Menengah dari Jurang "Turun Kasta"
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data BPS dan Mandiri Institute menunjukkan penurunan lebih dari 10 juta orang dari kelompok kelas menengah Indonesia sejak 2019. Jumlah kelas menengah turun dari 57,33 juta jiwa pada 2019 ke 46,7 juta jiwa pada 2025, dengan penurunan terdalam tercatat pada 2025 yakni sekitar 1,1 juta jiwa dalam setahun. Mayoritas yang "turun kasta" bergeser ke kelompok "menuju kelas menengah" yang kini mencapai 142 juta jiwa. Ambang batas pengeluaran kelas menengah hanya Rp2,13 juta per orang per bulan, rentan terhadap inflasi dan beban utang.
Faktor penekan daya beli meliputi stagnasi lapangan kerja formal, jebakan utang untuk kebutuhan dasar, dan posisi terjepit dalam sistem fiskal. Kelas menengah menjadi sumber penerimaan negara namun tidak mendapat manfaat langsung. Kebijakan insentif fiskal yang ada justru lebih menguntungkan kelompok menengah-atas.
Solusi yang diusulkan meliputi perluasan jaring pengaman sosial, dukungan pendidikan, pelatihan kerja, stimulus UMKM, dan regulasi pinjaman daring agar kelas menengah tidak terus beralih ke kelompok rentan miskin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 September 2026 pukul 21.30
Prabowo Klaim Harga Pupuk Turun!
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 12.58
Sebelum Kena Resuffle, Begini Rencana Purbaya untuk Kelas Menengah
Berita terkait
UOB Sebut Bangun Kepercayaan Domestik Sebelum Menarik Investor Global
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 20.12
Suahasil Bakal dapat Ujian Setelah Jadi Menkeu, Cukup Berat
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 07.15
17 Tahun Berdiri, LPEI Perkuat Peran 'Policy Bank' Dukung Ekspor Nasional
Detik.com · 13 September 2026 pukul 14.41
Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata, Rasio Gini Indonesia Naik Jadi 0,368
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 23.00