Luhut Minta Manfaat Hilirisasi Lebih Adil untuk Daerah Penghasil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095099/original/035419100_1736914807-Screenshot_20250115_094031_YouTube.jpg)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai kebijakan hilirisasi telah memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, namun menegaskan manfaatnya harus lebih adil dirasakan daerah penghasil, masyarakat sekitar industri, dan pengusaha lokal. Hal ini disampaikannya saat peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Luhut menyebut masih ada pekerjaan rumah: pemerataan manfaat ekonomi, peningkatan kapasitas pengusaha nasional dan daerah, serta penguatan standar lingkungan dan keselamatan kerja. Ia menekankan pasar global kini menuntut rantai pasok bersih dan berkelanjutan, sehingga standar lingkungan bukan pilihan melainkan syarat daya saing.
Luhut mengingat awal larangan ekspor bijih nikel yang sempat dicibir, ditekan, dan digugat ke WTO, namun kini terbukti meningkatkan nilai tambah komoditas mineral. Data menunjukkan ekspor produk nikel dan turunannya melonjak berlipat ganda. Kawasan Morowali dan Halmahera Tengah yang dulu minim aktivitas ekonomi, kini tumbuh dua digit dan menjadi bagian rantai pasok industri dunia. Meski demikian, Luhut mengingat tantangan: manfaat bagi daerah belum merata, pengusaha lokal belum optimal dalam rantai pasok, serta isu lingkungan dan keterampilan tenaga kerja harus terus diperhatikan. Ia mengapresiasi buku Bahlil Lahadalia yang memaparkan capaian dan tantangan hilirisasi secara terbuka berbasis data.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.45
Larangan Ekspor Tembaga & Bauksit Mentah Tetap Berlaku!
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.16
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir
Berita terkait
Menperin Fokus Industrialisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.28
Pemerintah Bidik Realisasi Investasi Rp2.322 Triliun di 2027
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Rosan Patok Target Investasi 2027 Tembus Rp2.322 Triliun
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.14
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50