Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Luhut Minta Manfaat Hilirisasi Lebih Adil untuk Daerah Penghasil

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai kebijakan hilirisasi telah memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, namun menegaskan manfaatnya harus lebih adil dirasakan daerah penghasil, masyarakat sekitar industri, dan pengusaha lokal. Hal ini disampaikannya saat peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Luhut menyebut masih ada pekerjaan rumah: pemerataan manfaat ekonomi, peningkatan kapasitas pengusaha nasional dan daerah, serta penguatan standar lingkungan dan keselamatan kerja. Ia menekankan pasar global kini menuntut rantai pasok bersih dan berkelanjutan, sehingga standar lingkungan bukan pilihan melainkan syarat daya saing.

Luhut mengingat awal larangan ekspor bijih nikel yang sempat dicibir, ditekan, dan digugat ke WTO, namun kini terbukti meningkatkan nilai tambah komoditas mineral. Data menunjukkan ekspor produk nikel dan turunannya melonjak berlipat ganda. Kawasan Morowali dan Halmahera Tengah yang dulu minim aktivitas ekonomi, kini tumbuh dua digit dan menjadi bagian rantai pasok industri dunia. Meski demikian, Luhut mengingat tantangan: manfaat bagi daerah belum merata, pengusaha lokal belum optimal dalam rantai pasok, serta isu lingkungan dan keterampilan tenaga kerja harus terus diperhatikan. Ia mengapresiasi buku Bahlil Lahadalia yang memaparkan capaian dan tantangan hilirisasi secara terbuka berbasis data.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait