Malaysia Batalkan Rencana Akuisisi Pemasok Paspor Senilai USD 1,9 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia resmi membatalkan rencana akuisisi Datasonic Technologies Sdn. senilai USD 1,9 miliar (7,5 miliar ringgit). Keputusan diambil setelah induk perusahaan NexG Bhd. mengungkapkan pemerintah sedang mempertimbangkan akuisisi tersebut. Dewan Keamanan Nasional Malaysia menyatakan pemerintah tetap mengeksplorasi langkah menjaga keamanan dan kedaulatan identitas warga serta memastikan nilai terbaik penggunaan dana publik. Datasonic merupakan pemasok paspor dan kartu identitas Malaysia dengan kontrak hingga 2032 bernilai 2,46 miliar ringgit. NexG menyatakan penjualan unit bisnis dapat berdampak pada operasional dan status pencatatan di Bursa Malaysia. Mantan eksekutif NexG, Victor Chin, menyebut adanya perselisihan korporasi terkait upaya pengambilalihan oleh Aminul Islam.
Bagikan
Berita terkait
Yordania Ambil Pelajaran Berharga dari Srikandi Merdeka Cup 2026
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.48
Malaysia Kena Tipu Gibran Nyaris Rp 900 M, Ini Kata PM Anwar Ibrahim
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 15.22
Istana Pastikan Komunikasi dengan Malaysia soal Asap Karhutla
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 14.52
Malaysia dan Brunei Sepakat Gunakan Mekanisme ASEAN Atasi Asap
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 06.00