Malaysia dan Brunei Keluhkan Asap Karhutla, Pakar Soroti Respons Pemerintah Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyebabkan kabut asap mencapai Malaysia dan Brunei, mengganggu kualitas udara serta menonaktifkan pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Sarawak, Malaysia pada 20-21 Agustus. Warga Sarawak seperti Muhammad Fazli mengungkapkan kekhawatiran atas gangguan aktivitas sehari-hari dan kesehatan anak-anak. Di Brunei, gangguan serupa tercatat dengan batuk dan iritasi mata ringan pada masyarakat. Kedua negara membawa isu tersebut ke forum ASEAN melalui mekanisme konsultasi tahunan di Bandar Seri Begawan pada 22 Agustus. Pakar hukum internasional Satria Unggul Wicaksana menilai langkah ini mencerminkan kegagalan respons Indonesia dalam menyelesaikan kabut asap secara tuntas, meskipun telah ada Kerangka Kerja ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.12
Luas Karhutla di Banjarbaru Mencapai 1.263 Hektare
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 20.10
AirNav Indonesia: Dampak Kabut Asap, Visibilitas di Pontianak Sempat Anjlok
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.44
Bocah di Kalteng Meninggal di Tengah Asap Karhutla, Dinkes Buka Suara
Detik.com · 2 September 2026 pukul 17.56
Negara-negara ASEAN Protes Kabut Asap Karhutla Indonesia
Berita terkait
Karhutla di Kalimantan-Sumatera, Malaysia-Brunei Tempuh Jalur ASEAN Atasi Kabut
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 10.59
Tanggapi Serius Karhutla Kalimantan, Malaysia Bawa Masalah Kabut Asap ke Mekanisme ASEAN
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 10.05
Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Indonesia ke ASEAN, Apakah RI Bisa Kena Sanksi?
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 08.17
Terdampak Kabut Asap, Kualitas Udara di Belasan Wilayah Malaysia tak Sehat
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.51