Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Maman Ungkap Biang Kerok Produk UMKM Lokal Sulit Bersaing di RI

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan penyebab produk UMKM lokal sulit bersaing di pasar dalam negeri. Menurutnya, berbagai dukungan pemerintah seperti pembiayaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas produksi belum cukup jika pelaku usaha tidak bisa menjual produknya. Dalam acara UMKM Finance Summit 2026 pada Selasa (11/8), ia menyebut masalah utamanya adalah produk yang sudah diproduksi tidak laku di pasar.

Maman menjelaskan bahwa pasar domestik Indonesia dipenuhi produk impor, sehingga usaha wong cilik harus bersaing dengan barang-barang dari luar negeri. Ia menilai tambahan pembiayaan dan pelatihan tidak akan efektif selama akses pasar bagi UMKM masih sulit. Ia juga menegaskan pemerintah tidak anti terhadap produk impor, tetapi masuknya barang luar negeri harus mempertimbangkan kemampuan industri dan UMKM dalam negeri untuk memproduksi barang serupa.

Selain itu, Maman mengaitkan persoalan penyerapan produk dengan risiko pembiayaan UMKM. Jika produk tidak terserap pasar, pelaku usaha bisa kesulitan membayar pinjaman dan berujung pada kenaikan kredit bermasalah atau NPL. Karena itu, ia menilai pengembangan UMKM tidak bisa hanya fokus pada pembiayaan, tetapi harus memperhatikan seluruh rantai usaha dari produksi hingga hilir, yaitu pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait