Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Manufaktur RI Lepas dari Kontraksi, Kadin Ungkap Pemicunya

Industri manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansif pada Juli 2026 dengan Purchasing Managers' Index (PMI) mencapai 50,2, naik dari 46,9 pada Juni 2026 yang berada di zona kontraksi. Pemulihan ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan pulihnya konsumsi dalam negeri, sehingga pesanan baru kembali bertambah. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menyampaikan bahwa perbaikan ini menandakan kembalinya sektor industri ke zona ekspansif setelah beberapa bulan tertarik di zona kontraksi.

Meskipun PMI menunjukkan tren positif, pertumbuhan industri manufaktur Indonesia masih bersifat moderat dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Para pelaku usaha masih menunjukkan kewaspadaan tinggi terkait beberapa tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku, kelesuan pasar ekspor, dan ketegasan dalam pengelolaan pasokan material. Saleh menekankan bahwa PMI lebih mencerminkan dinamika operasional jangka pendek, sementara keputusan investasi besar memerlukan pertimbangan matang terkait stabilitas ekonomi jangka panjang.

Kadin menyampaikan bahwa untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk peningkatan daya serap kapasitas produksi, lonjakan output pabrik, dan masuknya investasi baru. Para pelaku usaha diperkirakan akan tetap waspada dan memantau tren permintaan dalam beberapa bulan ke depan sebelum melakukan ekspansi kapasitas atau investasi baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait