Video: Daya Beli dan Penjualan Anjlok, PHK Pilihan "Terakhir" Pengusaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kinerja industri manufaktur Indonesia kembali kontraksi pada Agustus 2026, dengan nilai Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur turun ke 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026. Kontraksi ini mempengaruhi sektor kendaraan bermotor, logam, farmasi, dan kosmetik, sementara sektor makanan dan minuman tetap tumbuh. Menurut Diana Dewi, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, sejumlah sektor belum merasa perlu mengurangi stok atau produksi karena dampaknya mas masih terbatas pada semester I-2026. Kadin tetap optimis bahwa industri akan pulih pada Semester II-2026. Tantangan utama yang dihadapi adalah kenaikan biaya produksi yang belum sepenuhnya dapat diteruskan ke konsumen melalui kenaikan harga. Selain itu, kebijakan pemerintah yang belum mendukung semua sektor menyebabkan tekanan pada industri yang tidak menjadi prioritas, berpotensi membuka peluang PHK jika daya beli melemah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.17
Kadin: Kelangkaan BBM Bikin Biaya Operasional Membengkak
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 08.05
Booming AI Selamatkan Ekonomi, Rahasia Dapur Pabrik Asia Menggeliat di Tengah Perang
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 17.31
Saleh Husin Optimistis Suahasil Dengarkan Dunia Usaha dalam Kebijakan Fiskal
Berita terkait
Video: Kinerja Sektor Manufaktur Tertekan, Pengusaha Ungkap Sebabnya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.32
Riset: Pabrik RI Mulai Rekrut Karyawan Lagi usai Diterjang Badai PHK
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 13.26
OJK: Ekonomi RI Moncer 5,29%, Manufaktur Malah Kontraksi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.22
Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya
Detik.com · 4 September 2026 pukul 11.36