Serangan Cepat Selalu Gagal, Trump Fokus Strategi Mencekik Iran Perlahan-lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS telah menangguhkan negosiasi dengan Iran dan beralih ke strategi bertahap untuk 'mencekik' negara tersebut, dilaporkan CNN setelah serangan udara di dekat Selat Hormuz gagal mencapai tujuannya. Serangan yang dilancarkan bersama Israel pada 28 Februari lalu dikabarkan telah menguras persediaan amunisi presisi dan rudal pencegat AS secara signifikan. Para petinggi militer AS juga dilaporkan memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa daftar target di dekat Selat Hormuz hampir habil, sehingga serangan cepat tidak lagi viable.
Strategi baru ini mewakili pergeseran dari pendekatan 'serangan cepat' ke 'mencekik bertahap', menurut sumber Gedung Putih yang berbicara dengan CNN. Perubahan ini dilakukan setelah evaluasi militer yang menunjukkan kelemahan dalam persiapan dan sumber daya untuk operasi besar-besaran.
Dalam langkah terkait, Trump telah menginstruksikan tim negosiasinya—termasuk Wakil Presiden J.D. Vance, Steve Witkoff, dan Jared Kushner—untuk menghentikan pembicaraan dengan pemerintah Iran. Langkah ini menandakan ketegasan AS dalam pendekatan tekanan bertahap terhadap Teheran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.00
Trump Beri Sinyal "Manja" ke Kim Jong Un, Korsel Bakal Dikorbankan?
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.57
Pentagon Pertimbangkan Kurangi Pasukan di Timur Tengah
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.00
Desakan Trump Agar Iran Kibarkan Bendera Putih Buntut Negosiasi Buntu
Berita terkait
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53
2 Opsi Trump untuk Iran: Membiarkan Ekonomi Terpuruk atau Menyerang
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.58
Trump Akui Lebih Pilih Deal dengan Iran: Saya Tak Ingin Bunuh Orang
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.13
AS Akan Tutup Konsulat di Medan, Kenapa?
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.57