Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gara-Gara Amerika Iran Ubah Doktrin Nuklir, Bisa Buat Bom Atom

Pejabat keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa serangan militer AS terhadap Iran memberi alasan bagi Teheran untuk mempertimbangkan pengembangan senjahan nuklir. Rezaei berargumen bahwa Patuh pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan JCPOA tidak memberikan perlindungan nyata dari serangan asing. Ia menekankan bahwa inspeksi nuklir yang ketat selama dua dekade tidak mencegah serangan, sehingga logis bagi Iran untuk mengejar kemampuan nuklir sebagai bentuk deterensi. Rezaei juga membandingkan biaya efisien memiliki senjata nuklir dengan pengadaan senjata militer konvensional seperti F-35 yang mahal. Ia menyalahkan kebijakan agresif AS, khususnya di bawah Presiden Donald Trump, yang membubarkan JCPOA dan menyerang Iran secara langsung. Menurut Rezaei, tindakan AS telah merusak sistem non-proliferasi global dan mendorong negara-negara lain untuk menilai kembali kebijakan nuklir mereka. Rezaei memperingatkan bahwa jika diplomasi tidak berhasil, Iran akan beralih ke strategi militer ofensif penuh. Jalur diplomasi pasca konflik saat ini terhenti, sementara AS semakin menggempa tekanan ekonomi terhadap Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait