Mata Uang Asia Berguguran, Terdampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mata uang Asia bervariasi pada perdagangan Kamis (17/9/2026) setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%, sementara pasar menanti kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut hingga akhir tahun. Penguatan dolar AS memberi tekanan pada sejumlah mata uang Asia. Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan sebesar 0,59%, diikuti ringgit Malaysia melemah 0,54%, dolar Taiwan turun 0,27%, peso Filipina terkoreksi 0,02%, dan dolar Hong Kong melemah 0,008%. Di sisi lain, yen Jepang mencatat penguatan terbesar sebesar 0,37%, disusul dolar Singapura naik 0,15%, baht Thailand dan rupee India masing-masing naik 0,07%. Yuan China relatif stabil dengan pelemahan tipis 0,007%. Rupiah Indonesia juga ditutup melemah, berada di level Rp17.753 per dolar AS, melemah 57 poin dari penutupan sebelumnya di Rp17.696.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 17.15
Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Ditutup Merosot
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.00
Kurang Tenaga, Rupiah Rp17.753 per Dolar AS Kamis Sore
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 15.49
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 11.40
Rupiah Melemah ke 17.739 per Dolar AS, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.729 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Menguat
Detik.com · 17 September 2026 pukul 10.17
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.25
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.05