The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada Kamis (17/9/2026) setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,0%, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Penguatan dolar AS menjadi sentimen utama yang menekan mata uang Garuda. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi masih menjadi perhatian dan membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut, sementara pasar memantau perbedaan pandangan antara The Fed dan dorongan Presiden AS Donald Trump agar suku bunga diturunkan. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya, memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Di sisi lain, dialog antara AS dan kelompok Houthi Yaman berpotensi meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah, meski ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi perhatian karena lalu lintas pelayaran belum pulih sepenuhnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.33
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.15
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 11.40
Rupiah Melemah ke 17.739 per Dolar AS, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.25
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS Pagi Ini
Berita terkait
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.05
Rupiah Berpotensi Melemah, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Data ULN
JawaPos · 17 September 2026 pukul 07.30
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.07
Rupiah melemah dipengaruhi potensi kuat kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 10.43