Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Melemah ke 17.739 per Dolar AS, Pasar Cermati Kebijakan The Fed

Nilai tukar rupiah melemah ke level 17.739 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (17/9/2026), turun 43 poin atau 0,24 persen dari penutupan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, membawa suku bunga ke kisaran 3,75-4,00 persen. Kenaikan suku bunga AS mendukung dolar AS dan menjaga yield US Treasury tetap tinggi, sehingga mempersempit ruang penguatan rupiah.

Muhammad Amru Syifa dari ICDX menyatakan bahwa pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS dan kondisi pasar global. Tekanan terhadap rupiah diperkirakan akan berlanjut dalam jangka pendek, dengan kisaran potensial antara 17.650 hingga 17.800 per dolar AS. Pasar juga sedang memantau sentimen terkait kondisi fiskal domestik dan stabilitas keuangan Indonesia.

Di sisi lain, penurunan harga minyak yang terjadi akibat mereda kekhawatiran pasokan memberikan sedikit dukungan bagi mata uang regional termasuk rupiah. Namun, volatilitas rupiah diperkirakan akan tetap tinggi hingga pasar mendapatkan sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait