Mata uang Iran melemah, apa bedanya rial dan toman?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mata uang Iran, rial, melemah tajam karena tarif hingga 25% yang dikenakan Amerika Serikat dan sanksi ekonomi. Rial mencapai level terendah terhadap euro, menunjukkan tekanan berat dari inflasi dan isolasi global. Meskipun rial adalah mata uang resmi, masyarakat sehari-hari menggunakan istilah toman untuk penyebutan harga agar lebih praktis, karena angka terlalu besar akibat inflasi. Satu toman setara dengan 10.000 rial, atau dipangkas empat angka nol dari rial. Misalnya, harga 60.000 toman berarti 600.000 rial, yang sering membingungkan wisatawan.
Pemerintah Iran melalui Bank Sentral menggulirkan redenominasi sejak 2020 hingga 2026, mengganti rial dengan toman baru yang bernilai sama tetapi tanpa empat nol. Mata uang baru ini dibagi menjadi qiran, dengan 1 toman = 100 qiran. Selama transisi, uang kertas lama tetap beredar bersama uang baru, yang menampilkan nominal lebih kecil dengan bayangan angka nol sebagai penanda perubahan bertahap.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi usai Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Damai Iran
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.51
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Usai Iran Buka Peluang Akur dengan AS
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.53
Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.45
Trump Ngaku Tergoda Ambil Minyak Iran, Perang Disebut Bisa Balik Modal
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.35