Trump Ngaku Tergoda Ambil Minyak Iran, Perang Disebut Bisa Balik Modal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan mengambil alih kendali minyak Iran untuk menutup biaya perang, berkaca pada kesepakatan dengan Venezuela. Dalam kesepakatan Agustus lalu, AS mendapat akses ke 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela dengan imbalan suntikan dana US$209 miliar. Trump memprediksi perang Iran akan berakhir tahun ini setelah pemilihan November dan menjanjikan penurunan harga bensin.
Kondisi geopolitik saat ini memanas dengan macetnya diplomasi di Selat Hormuz dan serangan milisi Houthi di Bab el-Mandeb. Konflik ini memicu lonjakan harga minyak dunia melampaui US$100 per barel, diperparah penutupan pipa energi Arab Saudi akibat serangan drone. Saat ini, minyak WTI berada di level US$102,39 dan Brent di US$107,11 per barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 12.37
IHSG Terjun Bebas 1,70% di Sesi Siang Sentuh Level 6.429, Transaksi Rp7,9 Triliun
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.30
Sepekan Terakhir, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih dari 8 Persen
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 05.15
Pakar Ini Yakin Iran Akan Berupaya Memiliki Senjata Nuklir, Ini 4 Pemicunya
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 16.14
Gejolak Harga Minyak Dunia, Rupiah Diramal Tembus Rp17.850 Pekan Depan
Berita terkait
Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 13.42
Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.15
AS Perketat Sanksi Ekonomi Iran, Targetkan 5 Sektor Vital dan 60 Entitas
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.59
AS Memulai Operasi Economic D-Day untuk Mengisolasi Iran Secara Ekonomi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.55