Menaker Akui Ketidaksesuaian Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengakui fenomena job mismatch atau ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan di Indonesia, yang semakin teraggravasi oleh disrupsi AI dan otomasi. Ia menjelaskan ada jarak antara pertumbuhan industri dan arah pendidikan, sehingga penyesuaian antara keduanya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Untuk menjawab persoalan ini, pemerintah telah menyelenggarakan program magang nasional dan magang vokasi yang bertargetkan pada 150.000 dan 270.000 peserta respectively, guna meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja lulusan SMK maupun perguruan tinggi. Subchan Gatot dari Kadin Indonesia menambahkan bahwa selain keterampilan teknis dan digital, perusahaan kesulitan menemukan kemampuan pemecahan masalah, komunikasi, kerja sama, disiplin, dan kemauan belajar pada para pelamar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi magang berkualitas, pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan informasi pasar kerja yang lebih akurat.
Bagikan
Berita terkait
Lika-liku Para Pencari Kerja: Ngaku Sering Di-ghosting hingga Tak Cocok Gajinya
kumparan · 3 September 2026 pukul 17.52
Melihat Fenomena Job Mismatch: Lowongan Kerja Ada, tapi Serapan Sedikit
kumparan · 3 September 2026 pukul 15.54
Menaker Andalkan Pemagangan dan Pelatihan Vokasi atasi Job Mismatch Imbas AI
kumparan · 2 September 2026 pukul 21.30
Target 3,49 Juta Lapangan Kerja 2027, Menaker Genjot Pemagangan dan Vokasi Nasional
VOI · 2 September 2026 pukul 20.00