Menara Transmisi Roboh Kena Banjir, Perbaikan PLTA Batang Toru Dikebut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 MW mengalami kerusakan lima menara transmisi akibat banjir pada November 2025, menyebabkan masalah pasokan listrik di Sumatera. Wakil Menteri ESDM Yuliot mengunjungi lokasi untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali jalur transmisi agar listrik dapat segera disalurkan ke jaringan Sumatera yang kondisinya kritis.
Proyek senilai Rp 21,6 triliun sempat terhambat perizinan, namun sanksi administratif dicabut pada Maret 2026. Saat ini, proses administrasi dan uji teknis berjalan paralel, karena testing memerlukan genangan air untuk penyelesaian.
Pengoperasian PLTA ini penting untuk keandalan energi di Sumatera dan mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan nasional yang ditargetkan 21% pada akhir 2026. PLTA berlokasi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dengan luas 650 hektare, dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy dan Sinohydro Corporation Limited sejak 2017.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.15
Antisipasi Krisis Listrik Sumatera, Operasional PLTA Batang Toru Dipercepat
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.45
Listrik Sumatera Kritis, Operasi PLTA Batang Toru 510 MW Dikebut
Berita terkait
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.39
RI Bakal Belajar dari Norwegia untuk Kembangkan PLTA
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.10
Bank DBS Indonesia Ungkap Peluang Sustainability di 5 Sektor Strategis
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.08
Tebing 10 Meter Longsor Timpa Rumah Warga di Bogor, Dinding dan Atap Jebol
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.12