RI Bakal Belajar dari Norwegia untuk Kembangkan PLTA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM berencana mengadopsi teknologi dan asistensi dari Norwegia untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia. Langkah ini diambil karena Norwegia memiliki keunggulan dalam pengelolaan Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan 90% pasokan listrik nasionalnya bersumber dari PLTA. Indonesia ingin mengoptimalkan potensi sungai besar melalui pertukaran pengetahuan agar pengembangan PLTA lebih adaptif terhadap hidrologi nasional.
Data EBTKE menunjukkan kapasitas terpasang PLTA Indonesia mencapai 7.587,4 MW hingga akhir 2025. Berdasarkan RUPTL PLN 2025-2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas listrik sebesar 69,5 GW, di mana 76% atau 42,6 GW berasal dari EBT. Dari target EBT tersebut, PLTA direncanakan berkontribusi sebesar 11,7 GW, ditambah 4,3 GW untuk PLTA pumped storage sebagai sistem penyimpanan energi.
Bagikan
Berita terkait
Bauran Energi Terbarukan Belum Optimal, ESDM: Butuh Dukungan Semua Pihak
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 11.34
Listrik Sumatera Kritis, Operasi PLTA Batang Toru 510 MW Dikebut
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.45
Data Center Sedot Banyak Air dan Energi, Ini Tanggapan Wamen ESDM
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.00
Pengiriman CNG 3 Kg Wajib Pakai Bak Tertutup
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.10