Mendag Akui Harga Pangan Naik Efek MBG, Tapi Masih Wajar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326153/original/098504000_1786959160-email-attachment_2026_08_17_ariefhakim-at-klyid_mendag-sebut-empat-pasar-rakyat-rusak-imbas-gempa-ntt-satu-tak-bisa-dipakai-sementara_13151.jpg)
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui kenaikan harga bahan pangan di beberapa daerah, termasuk telur ayam mencapai Rp 66.000/kg di Papua Pegunungan dan daging ayam Rp 38.000/kg di seluruh Indonesia. Kenaikan harga dinilai masih wajar dan dipengaruhi oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memaksa pembelian sesuai harga acuan. Harga daging ayam berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 45.000/kg, sementara harga telur di Papua jauh di atas HET akibat kendala distribusi. Pemerintah meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli sesuai harga acuan untuk menciptakan keseimbangan pasar.
Bagikan
Berita terkait
Harga Pangan Hari Ini: Minyak Goreng Curah Dijual Rp 20.050 per Liter
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.14
Harga Pangan 18 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Terus Merangkak Naik
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.00
Mendag Wanti-wanti Distributor Tak Bikin Harga Kebutuhan Pokok Mahal Pascagempa NTT
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.40
Prabowo Bawa Kristina dari Papua ke MPR/DPR, Ungkap Efek Dahsyat MBG
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.28