Mendag Akui Harga Pangan Naik Efek MBG, Tapi Masih Wajar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326153/original/098504000_1786959160-email-attachment_2026_08_17_ariefhakim-at-klyid_mendag-sebut-empat-pasar-rakyat-rusak-imbas-gempa-ntt-satu-tak-bisa-dipakai-sementara_13151.jpg)
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui kenaikan harga bahan pangan di beberapa daerah, termasuk telur ayam mencapai Rp 66.000/kg di Papua Pegunungan dan daging ayam Rp 38.000/kg di seluruh Indonesia. Kenaikan harga dinilai masih wajar dan dipengaruhi oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memaksa pembelian sesuai harga acuan. Harga daging ayam berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 45.000/kg, sementara harga telur di Papua jauh di atas HET akibat kendala distribusi. Pemerintah meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli sesuai harga acuan untuk menciptakan keseimbangan pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Katanya Stok Beras Melimpah, Kok Harganya Mahal? Ini Kata Bapanas
Berita terkait
BGN aktivasi 480 SPPG 16 provinsi Indonesia termasuk Papua Pegunungan
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 10.33
Mendag Sebut Musim Panas Jadi Biang Kerok Harga Cabai Meroket
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.45
Bulog Minta Jadi Distributor Tunggal Minyakita, Mendag: UMKM harus Dapat Jatah
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.44
Johan Rosihan Soroti Stok Beras Berlebih tapi Harga Naik
Detik.com · 9 September 2026 pukul 13.37