Johan Rosihan Soroti Stok Beras Berlebih tapi Harga Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, mengkritik kenaikan harga beras yang terjadi meski stok nasional diklaim tinggi. Ia menekankan bahwa produksi besar tidak menjamin harga terjangkau jika terdapat masalah pada rantai distribusi, mulai dari tingkat penggilingan hingga konsumen akhir. Johan mengingatkan pemerintah untuk membedakan antara produksi, stok fisik, dan pasokan riil di pasar agar kebijakan lebih tepat sasaran.
Johan menyoroti persaingan antara penggilingan swasta dan Bulog dalam menyerap gabah yang berpotensi menaikkan biaya produksi. Meski demikian, ia menolak penurunan harga gabah di tingkat petani demi beras murah. Pemerintah dan Bulog didesak membuka data neraca beras secara rinci serta memetakan struktur pembentukan harga untuk mengidentifikasi titik penyebab lonjakan harga di mata rantai pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 16.05
Akui Harga Beras Naik, Zulhas Ungkap Biang Keroknya
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 14.00
Bantuan Pangan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.43
33 Juta Rakyat Miskin akan Diberi Bantuan 30 Kg Beras
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 10.40
Harga Pangan Hari Ini: Beras dan Gula Kompak Turun
Berita terkait
Katanya Stok Beras Melimpah, Kok Harganya Mahal? Ini Kata Bapanas
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Zulhas Siapkan Jurus Ini Perkuat Pasokan & Keterjangkauan Harga Pangan
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.15
Operasi Pasar Serentak, Bulog Siapkan 110.000 Ton Beras untuk Jaga Harga
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 21.00
Sidak Pasar Rawamangun, Bulog Temukan Beras Premium Rp16.000 per Kg
VOI · 5 September 2026 pukul 20.40