Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendag di BRICS TMM: Pembiayaan UMKM hingga Rantai Nilai Global

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) menyampaikan pandangannya dalam Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS di Jaipur, India, pada 7 Agustus. Ia menekankan pentingnya sistem perdagangan berbasis aturan yang prediktabel, adil, dan inklusif sebagai fondasi penguatan UMKM di negara berkembang. UMKM masih menghadapi hambatan struktural, terutama keterbatasan akses pembiayaan. Indonesia mendorong tiga prioritas: meningkatkan literasi pembiayaan, memperluas inklusi pembiayaan digital, serta mendiversifikasi program pembiayaan yang adaptif dan fleksibel.

Indonesia mengusulkan empat bidang penguatan rantai nilai global: memperkuat konektivitas infrastruktur transportasi, logistik, dan digital; meningkatkan fasilitasi perdagangan melalui prosedur sederhana dan cepat; memperkuat kapasitas domestik lewat pengembangan keterampilan dan inovasi; serta mendorong kebijakan perdagangan dan investasi kondusif melalui perluasan perjanjian perdagangan. Indonesia telah mengembangkan sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal untuk memanfaatkan tarif preferensi. Busan juga menyoroti peran AI dan cloud computing sebagai sumber penciptaan nilai, serta pentingnya interoperabilitas dan pengaturan saling pengakuan antar negara BRICS.

Di sisi lain, Busan mengingatkan tantangan serius terhadap sistem perdagangan multilateral dan menurunnya kepercayaan terhadap WTO. Ia menyerukan pemulihan kepercayaan lewat penguatan fungsi perundingan, agenda pembangunan, dan persaingan usaha yang adil. Mekanisme Special and Differential Treatment (S&DT) dinilai penting bagi negara berkembang dan perlu diterapkan lebih terarah serta berbasis bukti. Busan juga mengkhawatirkan meningkatnya kebijakan tarif yang bertentangan dengan semangat multilateralisme, serta menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara ruang kebijakan nasional dan disiplin aturan perdagangan global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait