Menhub Perketat Manifest Penumpang dan Kapal Sebelum Berlayar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya pencatatan manifest penumpang dan kendaraan yang akurat sebelum kapal berlayar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pelayaran laut. Langkah ini diambil setelah evaluasi terhadap beberapa kecelakaan kapal seperti KM Mutiara Sentosa II, KM Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya. Dudy menekankan bahwa setiap kapal harus memastikan seluruh penumpang, kendaraan, dan muatan tercatat dengan benar sebelum mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Sistem manifest juga perlu diintegrasikan dengan sistem ticketing dan boarding agar data yang tercatat sesuai dengan kondisi faktual di kapal. Dudy menambahkan bahwa manifest harus dapat diperbarui secara real-time melalui sistem data tunggal, sehingga perubahan data dapat langsung divalidasi. Kapal yang tidak memiliki manifest yang tervalidasi tidak akan mendapatkan SPB.
Bagikan
Berita terkait
BGN dan Kemendagri Integrasikan Data Dukcapil agar Penerima MBG Makin Tepat Sasaran, Sudaryono Siap Kerja Sama dengan Siapa Pun
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
KNKT Bongkar Biang Kerok Kebakaran Kapal Ro-Ro dan Solusi Cegahnya
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.30
KM Mutiara Sentosa 2 Ternyata Tak Punya Sekoci, Perusahaan Beri Penjelasan
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.59
Temuan KNKT: KM Mutiara Sentosa II yang Terbakar Ternyata Tak Punya Sekoci
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.34