Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Menjadikan transisi rendah karbon sebagai mesin industrialisasi

Transisi ekonomi rendah karbon menempatkan Indonesia pada persimpangan penting dalam proses industrialisasi. Investasi dan teknologi bersih membuka peluang untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, namun sekaligus menimbulkan risiko ketergantungan pada rantai pasok luar negeri. Pada triwulan II-2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen dan menyumbang 16,83 persen terhadap PDB, sementara nilai tambah manufaktur mencapai 275,61 miliar dolar AS pada 2025, menjadikannya terbesar di Asia Tenggara. Menteri Bappenas Rachmat Pambudy memperkirakan ekonomi hijau dapat menciptakan 1,2 juta lapangan kerja per tahun dan mendorong pertumbuhan PDB 6-7 persen.

Berita terkait