Menjadikan transisi rendah karbon sebagai mesin industrialisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transisi ekonomi rendah karbon menempatkan Indonesia pada persimpangan penting dalam proses industrialisasi. Investasi dan teknologi bersih membuka peluang untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, namun sekaligus menimbulkan risiko ketergantungan pada rantai pasok luar negeri. Pada triwulan II-2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen dan menyumbang 16,83 persen terhadap PDB, sementara nilai tambah manufaktur mencapai 275,61 miliar dolar AS pada 2025, menjadikannya terbesar di Asia Tenggara. Menteri Bappenas Rachmat Pambudy memperkirakan ekonomi hijau dapat menciptakan 1,2 juta lapangan kerja per tahun dan mendorong pertumbuhan PDB 6-7 persen.
Bagikan
Berita terkait
Peta TKDN Mobil Listrik: Target 80%-Tak Cuma Baterai Buatan RI
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.10
Kemenperin Bidik TKDN Mobil Listrik 80 Persen, Industri Baterai Ikut Digenjot
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.30
BYD Buka Peluang Lokalisasi Baterai di Indonesia untuk Dongkrak TKDN
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.34
BYD Bangun Ekosistem Baterai di Indonesia, Begini Nasib Baterai Mobil Lama
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 00.45