Menko Zulhas: Ponpes Punya 1.000 Lebih Siswa Asrama Boleh Bangun Dapur MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310614/original/080466600_1785325841-IMG_2454.jpeg)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pondok pesantren, sekolah berbasis keagamaan, dan sekolah berasrama yang memiliki siswa atau santri di atas 1.000 orang boleh membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sendiri untuk menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur tersebut harus memenuhi standar SPPG dan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara pesantren di bawah 1.000 siswa harus mengikuti SPPG terdekat. Selain itu, Kemenko Bidang Pangan bersama Badan Gizi Nasional dan kementerian terkait menargetkan penyelesaian pendataan SPPG di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yaitu Papua, NTT, dan Maluku sebelum 10 Agustus 2026. Target tersebut berhasil dicapai lebih cepat karena data dari Kemenag, Kemenkes, Kemendagri, Kemendikbud, dan BGN sudah terintegrasi. Namun, penambahan titik dapur SPPG di luar daerah 3T seperti Pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah sekitar 13.000 titik masih memerlukan waktu lebih lama, sekitar dua bulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.51
Zulhas Umumkan Ponpes Boleh Bikin SPPG, Ini Kriteria dan Syaratnya
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.01
BGN tegaskan SLHS jadi syarat mutlak operasional SPPG
Berita terkait
Usai Kasus Keracunan, BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur MBG
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 19.00
Sudaryono: Tak Peduli SPPG Punya Siapa, Tak Sesuai Standar Saya Tutup
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.35
BGN Tutup Permanen 1.300 Dapur SPPG Bermasalah
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.01
PSI: Prioritaskan MBG ke Daerah 3T, Layani Mereka yang Paling Membutuhkan
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.32