Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentan Bongkar Dugaan Curang Penggilingan Beras Cuan Rp 2 Triliun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya dugaan praktik kecurangan oleh satu grup perusahaan penggilingan beras yang meraup keuntungan hingga Rp 2 triliun per bulan. Temuan ini merupakan bagian dari kajian "Darurat Mafia Beras" yang menunjukkan kerugian akibat beras premium tidak sesuai standar mencapai Rp 98 triliun, serta kerugian konsumen dari beras fortifikasi yang tidak memenuhi persyaratan hingga Rp 71,9 triliun per tahun. Dari total subsidi beras pemerintah, petani hanya menerima Rp 1,87 juta dari alokasi Rp 215 triliun, sementara pengusaha penggilingan justru mengambil porsi terbesar sebesar Rp 259 triliun.

Rantai pasok beras yang panjang dan dikuasai konglomerat menjadi akar masalah. Penggilingan besar berkapasitas tinggi, meski hanya 1.056 unit, mampu menguasai 40 persen pasokan gabah setara dengan 161.401 unit penggilingan kecil. Konglomerat memanfaatkan subsidi pemerintah hingga 40 persen untuk kegiatan komersial dan menaikkan harga di atas HET. Pelanggaran standar pada beras premium mencapai 85,56 persen, dengan 12,2 juta ton dari total beras premium yang beredar diduga merupakan penipuan konsumen.

Satgas Pangan Polri mencatat penanganan puluhan kasus mafia beras dengan puluhan tersangka selama 2024-2026. Pemerintah mendorong skema Koperasi Desa Merah Putih untuk memangkas rantai distribusi langsung dari petani ke konsumen, berpotensi menghasilkan margin Rp 50 triliun yang lebih adil. Mentan meminta aparat penegak hukum mengejar jaringan mafia beras hingga ke akarnya dan mengajak masyarakat melaporkan indikasi permainan harga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait