Merger BUMN Asuransi Mulai Digodok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa proses merger BUMN asuransi sedang berjalan dan diproyeksikan selesai akhir 2026. Dari awalnya 16 BUMN asuransi, proses konsolidasi ini akan menggabungkan menjadi tiga perusahaan yang fokus masing-masing pada asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit. Dony menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan setelah melalui fundamental business review yang menunjukkan bisnis asuransi BUMN belum kompetitif karena berada pada skala kecil. "Kita punya 16 perusahaan insurance. Tapi tidak kompetitif karena kecil-kecil ya," ujarnya. Proses merger juga akan mencakup perusahaan asuransi berbasis syariah, dengan Dony menegaskan bahwa konsolidasi sektor syariah juga sedang berjalan dan akan dilakukan secara serentak.
Dony menjelaskan bahwa merger ini bertujuan untuk menciptakan perusahaan asuransi BUMN yang lebih besar dan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan swasta. Dengan fokus pada tiga jenis asuransi utama, Danantara berharap dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing pasar. Proyek ini diumumkan dalam acara IKA Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting Kuartal Pertama Danantara di Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 15.51
Kepala BP BUMN Targetkan Laporan Keuangan Danantara Kelar Bulan Ini
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 23.04
BUMN Asuransi Digabung Jadi 3 Entitas, Selesai Akhir 2026
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.00
Tak Cuma Asuransi Konvensional, Danantara Bidik Merger BUMN Asuransi Syariah
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 17.30
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung
Berita terkait
16 BUMN Asuransi Bakal Jadi Cuma 3 Perusahaan Akhir Tahun Ini
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.55
Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya, Langkah Strategis untuk Perbaikan Ekonomi
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
Merger KAI-INKA Ditargetkan Rampung Sebelum 2027
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 05.45
Bakal Jadi Anak Usaha KAI, INKA Masih Punya Utang Rp 4,7 Triliun
Detik.com · 29 September 2026 pukul 20.02