Minyak Dunia Naik: Suahasil Restui BBM Nonsubsidi Naik, Mari Elka Soroti Fiskal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan harga minyak mentah dunia masih tinggi akibat tensi geopolitik AS-Iran dan blokade Selat Hormuz. Pada perdagangan Kamis (1/10), harga Brent mencapai USD 98,21 per barel dan WTI USD 90,42 per barel. Suahasil menjelaskan dampaknya terhadap harga energi dalam negeri, khususnya BBM nonsubsidi yang diizinkan mengikuti fluktuasi global, sementara BBM bersubsidi tetap ditahan harganya hingga akhir tahun. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kesehatan APBN untuk menanggung biaya tambahan subsidi energi.
Mari Elka Pangestu dari Dewan Ekonomi Nasional memperingatkan tekanan pada fiskal negara akibat kenaikan harga minyak dan penurunan tax ratio. Subsidi energi yang meningkat berpotensi mempersempit ruang fiskal, sekaligus memengaruhi kebijakan ekspansi fiskal. Debt Service Ratio pemerintah sudah melebihi 20 persen, sehingga perlu pertimbangan kebijakan seperti penyesuaian harga BBM bersubsidi atau peningkatan efisiensi penyalurannya.
Pemerintah tengah mengkaji strategi untuk mengurangi beban subsidi BBM, baik melalui penyesuaian harga maupun peningkatan efisiensi. Diskusi terkait kebijakan ini masih berlangsung, mengingat tekanan fiskal yang semakin ketat akibat dinamika global dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Bagikan
Berita terkait
Minyak Dunia Melonjak, ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 12.30
Harga Minyak Dunia Tinggi, ESDM Genjot Eksplorasi di Dalam Negeri Mulai 2027
kumparan · 29 September 2026 pukul 11.17
Ekonom Ingatkan Suahasil, Jangan Sampai Kelas Menengah Jadi Korban Balik Arah Fiskal
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 07.30
DPR Pasang Harapan Besar ke Menkeu Baru Suahasil
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.40