Minyak Tak Lagi US$100, Ekonom Lihat Peluang RI Akhiri Defisit Dagang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia turun dari US$100 ke US$87,95 per barel, membuka peluang Indonesia membalikkan defisit neraca dagang menjadi surplus. Andry Asmoro Bank Mandiri menilai harga minyak di level US$70-80 per barel lebih stabil dan mengurangi beban impor. Indonesia mengalami defisit neraca dagang dua bulan berturut-turut, Mei US$1,61 miliar dan Juni US$450 juta, memperlebar defisit net ekspor PDB Q2 2026 menjadi -0,78%. Ekonom lembaga melihat komoditas seperti kopi, cokelat, pala, dan kelapa berpotensi meningkatkan ekspor ke India, Bangladesh, dan Pakistan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 12.37
Dari Pertumbuhan 6% hingga Defisit 2,4%, ini Target yang Prabowo Bidik dalam RAPBN 2027
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.31
Rosan Tegaskan Danantara bukan Eksportir Tunggal
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.04
Anggaran Belanja Tembus Rp 4.000 Triliun, Purbaya Janji Jaga Defisit
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.50
Sejak Juni, DSI Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai US$14 Miliar
Berita terkait
Video: Gaet Investor dan Dorong Ekonomi 2026,Ekonom Dorong Kebijakan Ini
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.05
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
CORE: Pemerintah komitmen pertahankan defisit RAPBN di bawah 3 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 18.49
Prabowo Siapkan Harga Referensi Indonesia untuk Komoditas Ekspor
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 17.04