Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Minyak Tak Lagi US$100, Ekonom Lihat Peluang RI Akhiri Defisit Dagang

Harga minyak dunia turun dari US$100 ke US$87,95 per barel, membuka peluang Indonesia membalikkan defisit neraca dagang menjadi surplus. Andry Asmoro Bank Mandiri menilai harga minyak di level US$70-80 per barel lebih stabil dan mengurangi beban impor. Indonesia mengalami defisit neraca dagang dua bulan berturut-turut, Mei US$1,61 miliar dan Juni US$450 juta, memperlebar defisit net ekspor PDB Q2 2026 menjadi -0,78%. Ekonom lembaga melihat komoditas seperti kopi, cokelat, pala, dan kelapa berpotensi meningkatkan ekspor ke India, Bangladesh, dan Pakistan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait