Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Mobil Bekas Bensin Ambruk, Pembiayaan EV Second Malah Melejit 103%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan tren baru di pasar pembiayaan kendaraan roda empat. Pada Juli 2026, pembiayaan mobil bekas bensin kontraksi 4,52% secara tahunan mencapai Rp86,25 triliun. Di sisi lain, pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid bekas justru melonjak 103,06% yoy menjadi Rp1,52 triliun. Secara keseluruhan, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh perusahaan multifinance turun 2,43% yoy menjadi Rp230,92 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan EV second ini terjadi meski pasar otomotif nasional masih tumbuh. Data GAIKINDO menunjukkan penjualan ritel mobil mencapai 511.514 unit hingga Juli 2026, naik 12,3% yoy. Penjualan wholesales mencapai 517.742 unit, meningkat 18,3% yoy. Kontraksi pembiayaan tidak serta-merta berarti konsumen beralih beli tunai, melainkan juga dipengaruhi preferensi dan skema pembiayaan yang berkembang.

OJK mendorong perusahaan multifinance untuk mencari peluang melalui diversifikasi produk. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK Agusman menekankan pentingnya penguatan diversifikasi produk, peningkatan kualitas layanan, dan penyesuaian skema pembiayaan dengan kebutuhan konsumen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait