Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis

Pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan multifinance di Indonesia masih terbatas hingga Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp513,05 triliun, tumbuh 2,01% secara tahunan (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,88% pada Juni 2026. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,32% yoy. Namun, risiko kredit justru menunjukkan sedikit kenaikan. Rasio non-performing financing (NPF) gross naik dari 3,01% pada Juni 2026 ke 3,03% pada Juli 2026, dan juga meningkat dari 2,52% pada Juli 2025. NPF net justru mengalami penurunan dari 0,88% pada Juli 2025 ke 0,81% pada Juli 2026.

Di sisi lain, OJK menilai profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan gearing ratio sebesar 2,10 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Pertumbuhan pembiayaan multifinance yang rendah ini tertinggal jauh dibandingkan industri lain di sektor Pengawasan Ventura, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Pada Juli 2026, outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (Pindar) tumbuh 24,76% yoy menjadi Rp105,63 triliun, sementara industri pergadaian melonjak 50,73% yoy menjadi Rp160,78 triliun. Sebaliknya, pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi 0,46% yoy menjadi Rp16,32 triliun, dan LKM juga terkontraksi 0,40% yoy menjadi Rp1,05 triliun.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait