Motor Listrik Nasional Tantang Produk China, Mampukah Indonesia Menang di Pasar Sendiri?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai berpotensi mengubah industri otomotif Indonesia dari pasar konsumen menjadi produsen, serta memecah oligopoli pabrikan konvensional. Namun, Molinas menghadapi tantangan besar dari dominasi produk China yang menguasai lebih dari 70% rantai pasok kendaraan listrik dunia. Djoko Setijowarno menekankan insentif pemerintah sebagai faktor kunci untuk menghadapi persaingan harga, teknologi, dan kapasitas produksi China. Pengembangan Molinas perlu diperluas ke wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, dan daerah mineral di luar Jawa, bukan hanya fokus di kota besar. Namun, kebijakan insentif berpotensi menimbulkan masalah kepadatan lalu lintas jika motor listrik hanya menjadi kendaraan tambahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.55
Video:Motor Listrik Lokal Dukung Molinas Prabowo, Siap Penuhi TKDN 60%
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.31
China Uji Coba Kereta Maglev, Kecepatannya Tembus 800 Km per Jam
Berita terkait
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik Rp3 Juta/Unit, Kapan Diberikan?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.27
Djoko Setijowarno Dorong Motor Listrik Nasional Masuk Wilayah Mineral
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.15
Menimbang Motor Listrik Nasional: Transisi Energi, Kemacetan, dan Keselamatan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 10.36
Airlangga Ungkap Skema Insentif 1 Juta Motor Listrik, 2 Merek Ini Masuk
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.15