MUI Bongkar Masalah Industri Halal RI: Sertifikasi Jalan, Pembiayaan Tertinggal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH M Cholil Nafis, Ketua DSN MUI, menyatakan pengembangan industri halal Indonesia terlalu fokus pada sertifikasi tanpa mendukung pembiayaan dan ekosistem ekonomi yang kuat. Ia menyoroti kurangnya insentif kredit khusus untuk industri halal serta ketidakterhubungan antara sektor keuangan syariah dengan rantai pasok produk. Cholil meminta sinergi antara regulator, lembaga keuangan, dan pengelola zakat/wakaf melalui 'hamzah washal' agar potensi ekonomi syariah menjadi kekuatan nyata. Indonesia sudah memiliki 164 fatwa MUI, namun tantangan adalah mengubah fondasi ini menjadi pendorong pertumbuhan industri halal yang mampu bersaing global.
Bagikan
Berita terkait
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Bengkulu Perkuat Jejaring Stakeholder
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 21.33
Kemenperin: Sertifikasi Halal Tak Cukup, Produk RI Masih Sulit Tembus Pasar Global
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.37
Industri Halal Catat Rp622 Miliar, tapi Realisasi Bisnis Masih Jadi Tantangan
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 19.28
Kemenperin Buka Akses Modal, Industri Halal RI Didorong Kuasai Pasar Ekspor
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 11.51