Muncul Isu Merger Mitratel dan Tower Bersama, Telkom Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membuka suara terkait kabar rencana merger dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Mitratel menyatakan secara berkala mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang. Telkom Indonesia (TLKM) menjelaskan bahwa sebagai anggota TelkomGroup, Mitratel secara rutin melakukan evaluasi terhadap opsi strategis. Namun, Telkom belum memberikan konfirmasi spesifik mengenai rencana penggabungan tersebut.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juli 2026, Mitratel dikendalikan oleh Telkom sebesar 71,83%, iklim pemerintah Singapura 5,33%, dan Indonesia Investment Authority (INA) melalui PT Maleo Investasi Indonesia sebesar 5,97%. Mitratel mengoperasikan lebih dari 39.000 menara telekomunikasi di Indonesia. Sementara itu, TBIG dikendalikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono melalui Bersama Digital dengan kepemilikan 81,29%.
Pengajuan merger serupa pernah terjadi pada 2015 ketika Tower Bersama berencana mengakuisisi saham Mitratel, namun transaksi dibatalkan setelah tidak memperoleh persetujuan lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Respons Rencana Merger Mitratel dengan Tower Bersama
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.52
Ada Isu Mitratel Merger dengan Tower Bersama, Danantara Bilang Begini
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.17
Rumor Merger Mitratel dan Tower Bersama, Begini Dampak ke Industri
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.40
Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.05