Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Nadi Teknologi di Batu Hijau: Strategi AMMAN Merengkuh Logam yang Nyaris Sirna

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mengimplementasikan teknologi canggih di Batu Hijau untuk memulihkan nilai logam yang hampir sirna. Teknologi seperti sensor kimia, AI analisis data, laser monitoring, dan slag concentrator membantu menangkap tembaga dan emas dari bijih oksidasi, slurry, hingga sisa peleburan. Hasilnya, konsentrat diolah menjadi katoda tembaga, emas, perak, selenium, dan asam sulfat. Produksi tembaga 2025 turun menjadi 208,9 juta pon dari 394,9 juta pon 2024, sementara emas turun dari 802.7 ribu ons menjadi 102.8 ribu ons. Kadar tembaga bijih turun dari 0,65\% ke 0,48\%, emas dari 0,53 gram per ton ke 0,36 gram per ton. Penurunan dikaitkan pada transisi ke Fase 8 dengan perubahan karakteristik bijih. Direktur AMMAN, Rachmat Makkasau, optimistir produksi akan meningkat dalam tiga tahak ke depan dengan penambahan ore. Teknologi CPS dengan sensor ORP digunakan di tahap flotasi untuk mengatasi oksidasi bijih stockpile.

Berita terkait