Perdagangan Timah di JFX Capai Rp 4,06 Triliun Sepanjang Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transaksi perdagangan timah melalui Jakarta Futures Exchange (JFX) pada Agustus 2026 mencapai nilai Rp 4,06 triliun dengan volume 4.210 lot. Aktivitas tertinggi tercatat pada minggu 23-29 Agustus dengan volume 1.405 lot senilai Rp 1,34 triliun, naik 65,29 persen dari minggu sebelumnya. Harga rata-rata timah di JFX mengalami koreksi 1,54 persen sejalan dengan penurunan harga Tin Ingot di London Metal Exchange (LME) sebesar 1,20 persen dari USD 55.891 menjadi USD 55.223 per ton.
Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya menyatakan bahwa sekitar 99 persen transaksi timah nasional sudah dilakukan melalui JFX, menunjukkan adanya fondasi pasar yang solid untuk mendukung peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Infrastruktur dan ekosistem JFX yang sudah berjalan mencakup sistem perdagangan terhubung dengan proses kliring, pengawasan, dan pelaporan, serta menghubungkan produsen dan penjual Indonesia dengan pembeli domestik maupun internasional.
Kanca menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan oleh BMKS dengan melakukan penyesuaian terhadap karakteristik komoditas yang akan diperdagangkan, sehingga diharapkan dapat mempercepat kesiapan operasional BMKS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 17.26
Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun Sepanjang Agustus, Perkuat Fondasi Menuju BMKS
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.55
Bukan Sekadar Jual-Beli Timah, Transaksi JFX Bisa Jadi Senjata Bentuk Harga Indonesia
Berita terkait
Berpengalaman Membangun Pasar, JFX Siap Dukung Pemerintah Wujudkan BMKS
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 21.42
Jadi Produsen Besar, Indonesia Berpotensi Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 16.32
JFX Bicara Soal Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Bentukan Pemerintah
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 16.16
OJK Siapkan 2 POJK Atur Bursa Mineral, Ini Bocorannya
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.25