Nama Gibran Masuk Bursa Capres 2029, Ijazah SMA Mendadak Dipertanyakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai diperhitungkan dalam peta politik menuju Pilpres 2029. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 menempatkan Gibran di jajaran figur potensial capres dengan elektabilitas 3,9 persen, di bawah Prabowo Subianto (23,4 persen) dan Dedi Mulyadi (21,7 persen). Kemunculan nama Gibran ini bertepatan dengan kembali digulirnya polemik terkait ijazah SMA dan legalitas pencalonannya pada Pilpres 2024 oleh pengamat hukum tata negara Denny Indrayana.
Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menilai kritik Denny terhadap Gibran tidak hanya bersumber pada dimensi hukum dan konstitusi. Heru menduga isu legalitas pencalonan Gibran pada 2024 dapat memengaruhi citra politiknya, terutama seiring nama Gibran semakin diperhitungkan sebagai calon presiden di pemilu mendatang. Menurut Heru, menggiring kembali isu tersebut berpotensi menjadi strategi untuk merusak positioning elektabilitas Gibran.
Heru juga menyoroti perubahan posisi Denny Indrayana dalam konteks politik, yang sebelumnya mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Gibran dari jabatan wakil presiden. Heru mengaitkan dinamika ini dengan upaya membentuk persepsi negatif terhadap Gibran sekaligus memengaruhi peta politik menuju Pilpres 2029.
Bagikan
Berita terkait
Update Sayembara Denny Indrayana, Gibran Diancam Akan Dimakzulkan Jika Tak Bisa Tunjukkan Ijazah SMA
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 11.39
Gibran Masuk Bursa Capres 2029, Ijazah SMA Mendadak Dipertanyakan, Ada yang Iri?
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 09.10
Anies Dinilai Terlalu Bersih untuk Berpasangan dengan Gibran
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 12.00
'Ada yang Pernah Dengar SMA Gibran Adakan Reuni dan Mengundangnya?'
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.25