Nekat Beli Bisnis Bangkrut, Imigran Wanita Ini Berharta Rp 73 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/887130/original/032191000_1432769674-Lee.jpg)
Thai Lee, seorang imigran wanita asal Thailand yang tumbuh di Korea Selatan dan AS, kini memiliki kekayaan sebesar US$ 4,1 miliar (Rp 73 triliun). Lee lahir di Bangkok, pindah ke AS saat usia 15 tahun, dan menjadi wanita Korea pertama yang lulus dari Harvard Business School. Awal karirnya, ia pernah bekerja di perusahaan besar seperti Procter & Gamble dan American Express sebelum memutuskan menjadi pengusaha. Pada 1989, Lee membeli distributor software kecil di New Jersey yang hampir bangkrut dengan seluruh tabungan dan modal bersama suaminya. Perusahaan tersebut ia ubah menjadi Software House International, kini dikenal sebagai SHI International. Di bawah kepemimpinannya, SHI tumbuh menjadi perusahaan solusi teknologi informasi yang melayani ribuan klien korporat seperti Boeing dan AT&T. Lee dikenal menerapkan prinsip 'Right Livelihood', menolak fasilitas istimewa, dan tetap rendah hati meski sudah sukses. Ia juga aktif dalam kegiatan amal, khususnya pendidikan dan penelitian kanker, serta menjabat sebagai wali amanat di Amherst College. Kesuksesannya membuktikan bahwa keberanian, disiplin, dan kerendahan hati bisa menaklukkan bisnis teknologi global.
Bagikan
Berita terkait
Proyeksi Konsumsi Listrik Indonesia Terus Naik, Tenggara Strategics dan CSIS Beber Hasil Penelitian
JawaPos · 7 Oktober 2026 pukul 11.15
RI Diproyeksi Hemat Subsidi Solar Rp161 T Jika Beralih ke Truk Listrik
CNN Indonesia · 7 Oktober 2026 pukul 11.10
Cadev RI Turun US$ 200 Juta, September 2026 Jadi US$ 146,3 Miliar
CNBC Indonesia · 7 Oktober 2026 pukul 11.09
Pemerintah Tegaskan Jam Kerja di UU Baru Tetap 40 Jam, Tak Jadi 45 Jam
Detik.com · 7 Oktober 2026 pukul 11.06