Perdagangan RI Defisit US$ 450 Juta di Juni 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada Juni 2026 senilai US$ 450 juta. Data BPS mencatat nilai ekspor sebesar US$ 25,46 miliar dan impor US$ 25,91 miliar. Penyebab utama defisit ini adalah komoditas migas yang mengalami defisit US$ 3,49 miliar, terutama dari hasil minyak dan minyak mentah. Sebelumnya, Indonesia telah menikmati surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.
Meskipun defisit pada komoditas migas, neraca perdagangan nonmigas tetap mencatat surplus US$ 3,04 miliar. Surplus ini ditopang oleh ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja. Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juni 2026, Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,58 miliar, dengan nonmigas surplus US$ 19,35 miliar dan migas defisit US$ 15,77 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.10
Neraca Perdagangan Indonesia Juni 2026 Defisit US$ 0,45 Miliar
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 12.55
Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Berlanjut di Juni 2026, Angkanya Capai USD450 Juta
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.02
Impor Naik-Tembus US$25,91 M, Ini Daftar Barang Masuk RI di Juni 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.53
Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta di Juni, Minyak Jadi Beban
Berita terkait
Kenaikan Harga Minyak Dunia Ikut Andil Picu Defisit Neraca Perdagangan
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.34
Impor RI Naik Tajam, Ini Biang Keroknya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 05.55
Impor RI Naik Tajam Sentuh US$ 25,9 Miliar
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 12.09
Neraca Dagang Indonesia Diproyeksi Defisit US$ 1 Miliar di Juni 2026
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 20.25