Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perdagangan RI Defisit US$ 450 Juta di Juni 2026

Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada Juni 2026 senilai US$ 450 juta. Data BPS mencatat nilai ekspor sebesar US$ 25,46 miliar dan impor US$ 25,91 miliar. Penyebab utama defisit ini adalah komoditas migas yang mengalami defisit US$ 3,49 miliar, terutama dari hasil minyak dan minyak mentah. Sebelumnya, Indonesia telah menikmati surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.

Meskipun defisit pada komoditas migas, neraca perdagangan nonmigas tetap mencatat surplus US$ 3,04 miliar. Surplus ini ditopang oleh ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja. Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juni 2026, Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,58 miliar, dengan nonmigas surplus US$ 19,35 miliar dan migas defisit US$ 15,77 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait