Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 6,42 Juta Ton hingga 7 September 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 6,42 juta ton hingga 7 September 2026. Angka ini meningkat 40% dibandingkan periode yang sama pada 2024 (4,57 juta ton) dan 26% dibandingkan 2025 (5,08 juta ton). Direktur Utama Rahmad Pribadi menyampaikan peningkatan ini terkait perubahan tata kelola akibat penerbitan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang mendorong deregulasi mekanisme penyaluran. Sebelumnya, pupuk yang tersedia di pabrik belum tentu dapat langsung ditebus petani karena aturan yang rumit dalam rantai distribusi. Dengan aturan baru, Pupuk Indonesia dapat menyalurkan pupuk langsung ke titik serah sesuai arahan pemerintah, sehingga petani lebih mudah mengakses pupek bersubsidi. Perusahaan juga sedang mengembangkan fitur pemesanan langsung dari penerima di titik serah. Alur distribusi yang baru memungkinkan pabrik produsen menyerahkan pupuk langsung ke titik serah, kemudian ditugaskan kepada pelaku usaha distribusi untuk diserahkan kepada petani atau pemesan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.30
Amran soal Beras RI Kalah Murah dari Vietnam: Subsidi Kecil Banget
Berita terkait
Nilai Tukar Petani Naik 0,15% pada Juli 2026, Biaya Produksi Turun
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.30
Mentan Amran Resmi Ubah Aturan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 16.59
Pemerintah Otak-Atik Batasi Konsumsi BBM Pertalite, Apa Urgensinya?
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.50
Purbaya Gelontorkan Rp 7 Triliun untuk Benahi Data Desil DTSEN
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.40