Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Nilai Tukar Rupiah Nyaris 18.000 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,42 persen menjadi 17.978 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2026), turun dari 17.903 per dolar AS sebelumnya. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga melemah ke level 17.965 per dolar AS dari 17.917 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik Iran dan AS di Selat Hormuz, setelah delapan anggota Korps Marinir AS terluka akibat serangan rudal Iran. Iran menuntut pencabutan blokade angkatan laut AS, penghapusan sanksi minyak, dan gencatan senjata sebagai syarat membuka Selat Hormuz kembali, yang ditolak Presiden AS Donald Trump.

Pasar keuangan juga menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) akan rilis pada Rabu (30/9/2026), diikuti ISM Manufacturing PMI pada Kamis (1/10/2026), dan laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat (2/10/2026). Menurut analis Ibrahim Assuabi, serangkaian data ini akan membentuk ekspektasi pasar menjelang pertemuan The Fed bulan depan.

Pergerakan rupiah di perdagangan mendatang akan dipengaruhi oleh dua faktor utama: perkembangan konflik Iran-AS di Selat Hormuz dan respons pasar terhadap data ekonomi AS. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter AS menjadi tekanan utama terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait